Total Tayangan Laman

Kamis, 12 Januari 2012

Pengertian Pendidik Menurut Bahasa dan Istilah

Term pendidikan mengandung makna yang cukup luas. Pendidik secara bahasa adalah orang yang mendidik[1]. Pengertian ini memberikan kesan bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan yang mendidik. Dalam bahasa inggris dijumpai beberapa kata yang berdekatan yang artinya dengan kata pendidik. Kata tersebut, yakni teacher yang diartikan guru atau pengajar atau tutor yang berarti guru pribadi atau guru yang mengajar dirumah[2]. Sedangkan dalam bahasa arab adalah ustadz, mudarris, mu’allim dan muaddib. Kata ustadz berarti guru, professor gelar akademik, jenjang dibidang intelektual, pelatih, penulis dan penyair[3]. Kata al mudarris berarti teacher ( guru ), instructor ( pelatih ) dan lecture ( dosen )[4]. Kemudian kata muallim juga berarti teacher ( guru ), instructor ( pelatih ), trainer ( pemandu )[5]. Terakhir kata muaddib berarti educator pendidik atau teacher in koranic school ( guru dalam lembaga pendidikan Al – Quran
)[6].
4

       Semua kalimat diatas ini secara global mengilustrasikan bahwa kata – kata itu bertujuan untuk mentranformasikan ilmu pengetahuan, kecakapan, keterampilan dan pengalaman kepada anak didik, agar anak didik itu memiliki ilmu dalam berbagai bidang sesuai dengan bidangnya. Masing – masing term diatas seperti kata teacher ( guru ), tutor ( guru pribadi atau yang mengajar dirumah ), instructor ( pelatih ), trainer ( pemandu ), dan educator ( pendidik atau teacher in koranic school ( guru dalam lembaga pendidikan Al –Qur’an ) memiliki wadah tranformasi yang berbeda. Guru misalnya berperan di persekolahan, dosen atau professor berperan diperguruan tinggi, tutor berperan sebagai guru privat, instruktur atau pemandu berperan dilembaga – lembaga khusus, yang tugasnya melatih dan membina.

       Penulis menuangkan term dalam tulisan ini adalah term pendidik, karena kata pendidik itu dapat merangkum semua wadah tersebut. Meskipun kandungan makna kata pendidik itu berada pada tempat tertentu namun ia juga memiliki tugas yang cukup luas, sebagaimana tujuan pendidikan itu sendiri, yaitu memberikan bantuan pembinaan kepada anak didik untuk mengembangkan multipotensinya yang masih menyatu dalam Akliyah (Akal), Ruhiyah (Keimanan), dan Jasmaniyah (Jasad atau Keterampilan).
        Pendidik secara terminology ( Prof. DR. H. Ramayulis, Ilmu Pendidik Islam, (Jakarta : penerbit kalam mulia, 2008), h. 57 – 58 0
  1. Moh. Fadhil al Djamil menyebutkan, bahwa pendidik adalah orang yang mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baiksehingga terangkat derajat kemanusiaanya sesuai dengan dimiliki manusia.
  2. Marimba mengartikan pendidik sebagai orang yang memikul pertangung jawaban sebagai pendidik, yaitu manusia dewasa yang karena hak dan kewajibannya bertanggung jawab tentang pendidikan peserta didik. ( Muhammad Fadhil Al Jamali, tarbiah Al Ihsan Al Jadid. ( Al Tunisiah : asy Syarikah, tt.), h. 74
  3. Sutari Imam Barnabib mengemukakan, bahwa pendidik adalah setiap orang yang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai kedewasaan peserta didik. (Sutari Imam Barnabib, Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. ( Yogyakarta : Andi Ofset, 1993), h. 61
  4. Zakiah daradjat berpendapat bahwa pendidik adalah individu yang akan memenuhi kebutuhan pengetahuan, sikap dan tingkah laku peserta didik. ( zakiah Daradjat, Islam Untuk Disiplin Ilmu Pendidikan, ( Jakarta : Bulan Bintang, 1987 ), h. 19
  5. Ahmad Tafsir mengatakan bahwa pendidk dalam islam sama dengan teori di barat, yaitu siapa saja yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik. 


       Term pendidik ini tidak berubah baik di era klasik maupun modern. Kata ini mulai sejak nabi muhammad SAW. Bahkan nabi sendiri disebut juga dengan pendidik yang agung dan sampai di era modern pun kata pendidik itu tetap eksis kandungan maknanya diberbagai tempat seperti disekolah, madrasah masjid, diperguruan tinggi, dan lain sebagainya.


[1] W.J.S. poerwadarmita, Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Jakarta : Balai Pustaka, 1991 ), hlm. 250.
[2] Jhon M Echols dan Hasan Shadily, Kamus Bahasa Inggris – Indonesia, ( Jakarta : Gramedia, 2000 ), hlm. 580 dan 608.
[3] Ahmad W. Munawwir, Kamus Arab – Indonesia Al Munawwir, ( Pustaka Progressif : 2002 ), hlm. 23.
[4] Hans Wehr, A Dictionary of Modern Written Arabic,  hlm 279.
[5] Hans Wehr, A Dictionary of Modern Written Arabic,  hlm 637.
[6] Hans Wehr, A Dictionary of Modern Written Arabic,  hlm 11.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar